Selasa, 23 Agustus 2016

Infrastruktur membaik, pertumbuhan ekonomi melampaui nasional

Pencanangan tahun infrastruktur di dua tahun awal kepemimpinan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo membuahkan hasil signifikan. Ganjar berhasil memperbaiki wajah infrastruktur Jateng.
Pencanangan tahun infrastruktur ditandai dengan melonjaknya anggaran perbaikan jalan dan jembatan. Jika pada APBD 2013, Pemprov Jateng hanya mengalokasikan sekitar Rp 600 miliar, Ganjar menaikkan dua kali lipat pada APBD 2014. Tahun berikutnya, anggaran naik lagi dari Rp 1,2 triliun jadi Rp 2,1 triliun. Kenaikan berlanjut pada APBD 2016 menjadi Rp 2,4 triliun yang dicanangkan sebagai tahun infrastruktur pariwisata.

Dampaknya pun terasa. Dari 2.565,621 kilometer jalan provinsi, yang masuk kategori baik meningkat dari 86,70 persen pada 2013 menjadi 88,27 persen pada 2015. Kategori jalan sedang hanya 13,04 persen dan jalan rusak hanya 0,26 persen atau 6,67 kilometer saja.

Catatan untuk kondisi jalan pada 2016 ini belum diketahui. Namun Ganjar memastikan, di akhir 2016 ini sudah tidak ada jalan provinsi yang berkategori rusak. "Semua jalan provinsi sekarang sudah ada penandanya, masyarakat bisa mengecek sendiri, akhir 2016 ini seluruh jalan provinsi mulus," tegasnya.

Membaiknya infrastruktur ini mengungkit pertumbuhan ekonomi Jateng. Catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jateng pada triwulan II tahun 2016 sebesar 5,75 persen atau meningkat jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun yang sama sebesar 5,06 persen.

Capaian Jateng masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Nasional yang hanya 5,1 persen. Ganjar juga menyalip Soekarwo di Jawa Timur yang pada triwulan II-2016 hanya menghasilkan 5,62 persen. Padahal pada triwulan pertama 2016, Jatim sudah membukukan 5,34 persen.



Menurut Guru Besar Akuntansi Universitas Katolik Soegijapranoto Semarang Profesor Andreas Lako, pertumbuhan ekonomi Jateng tiap tahun di era Ganjar Pranowo selalu meningkat dan melampaui Nasional.

"Pada triwulan keempat 2015 malah lebih tinggi dari rata-rata seluruh provinsi di Pulau Jawa, Jateng 6,1 persen, sedangkan Jawa 5,9 persen," ujarnya.

Dampak kenaikan ekonomi itu terlihat pada kesejahteraan masyarakat. Turunnya angka kemiskinan dan pengangguran, bahkan kesenjangan sosial ekonomi di Jateng juga paling rendah di banding provinsi lain di Jawa.

"Dari capaian target, sebanyak 88,13 persen dari 455 target indikator kinerja pembangunan Pemprov Jateng sudah tercapai," jelasnya.

Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/infrastruktur-membaik-pertumbuhan-ekonomi-melampaui-nasional-catatan-3-tahun-ganjar-pranowo.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar