Selasa, 23 Agustus 2016

Kurnia Sandy ingin gawang timnas dijaga kiper muda

Mantan kiper tim nasional (timnas) Indonesia, Kurnia Sandy memberikan pandangannya terhadap sejumlah kandidat penjaga gawang pada Piala AFF 2016. Pria 40 tahun ini merasa sekarang saatnya pelatih timnas Garuda, Alfred Riedl memberikan kesempatan untuk penjaga gawang muda.

Seperti diketahui, saat ini ada enam kiper yang mengikuti seleksi untuk Piala AFF yang akan digelar di Myanmar dan Filipina pada 19 November hingga 17 Desember mendatang. Mereka adalah Made Wirawan, Andritany Ardhiyasa, Teja Paku Alam, Kurnia Meiga, Shahar Ginanjar, dan Dian Agus Prasetyo.



Menurut Kurnia, kualitas penjaga gawang muda tidak kalah hebat dengan para senior. Oleh karena itu, dia berharap pada ajang Sepakbola terbesar di kawasan Asia Tenggara ini, Riedl memberikan kepercayaan terhadap kiper tersebut.

"Saya lebih suka kalau kiper muda diberikan kesempatan. Jangan selalu terpaku dengan nama besar. Jadi jangan karena sudah pernah di timnas terus otomatis bisa starter," ujar Kurnia saat dihubungi Bola.net, Selasa (23/8).

Diantara keenam kiper tersebut, yang paling senior adalah I Made Wirawan yang sudah berusia 35 tahun. Sementara yang paling muda adalah Teja Paku Alam yang masih 22 tahun.

Lebih lanjut, Kurnia menilai Teja lebih cocok memperkuat timnas. Sebab, pemain Sriwijaya FC itu menampilkan performa impresif ketika memperkuat timnya pada turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016.

"Teja harus diberikan support di luar teknis, karena untuk kiper level timnas seharusnya tidak perlu lagi dilihat teknik dan sebagainya," tuturnya.

"Kalau kiper muda tidak pernah dicoba, kapan dia bisa menunjukkan kualitasnya? Yang terpenting, Teja harus yakin dengan kemampuannya," tambah mantan pemain Sampdoria ini. 

Sumber : http://www.merdeka.com/sepakbola/kurnia-sandy-ingin-gawang-timnas-dijaga-kiper-muda.html

Menkominfo: Branding mulai beralih ke media digital

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengungkapkan, pentingnya sebuah perusahaan untuk terus melakukan inovasi terhadap branding dari merek dagang yang mereka pasarkan di masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan BrandZ Top 50 Most Valuable Indonesian Brands 206. Ia pun sekaligus mengapresiasi pergelaran acara tersebut.

Kata dia, kemajuan teknologi yang ditunjang dengan akses internet membuat perusahaan mau tidak mau mulai bergerak ke media digital dalam melakukan branding dari sebuah merek dagangnya.

"Sekarang mulai beralih, dari media cetak, televisi, sekarang media online bahkan sosial media. Ini pergerakan yang harus diikuti semua dalam branding," katanya di Jakarta.

Untuk mendukung itu semua, pemerintah sendiri terus membangun proyek Palapa Ring, yang diharapkan mampu mendukung perkembangan perekonomian digital di Tanah Air.

"Pemerintah saat ini tengah membangun jaringan fiber optik hingga tahun 2019, sehingga nantinya seluruh kabupaten dan kota di Indonesia terkoneksi internet melalui Proyek Palapa Ring," katanya.

Dirinya menyampaikan, akses internet yang cepat sudah menjadi kebutuhan dalam peningkatan perekonomian digital. Oleh karenanya, pemerintah melalui Kemenkominfo terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan tersebut.



Dengan adanya Palapa Ring ini, Ia juga berharap tidak ada lagi ketimpangan akses jaringan internet di berbagai daerah, sehingga pembangunan ekonomi juga lebih merata. Diakuinya, saat ini sejumlah wilayah masih kesulitan dalam mendapatkan akses internet cepat.

"Kuncinya ada di kemampuan internet. Saat ini, Internet di Indonesia tidak merata dan timpang. Berdasarkan data Opensignal, di Jakarta, kecepatan unduh internet bisa mencapai 7 Mbps. Dengan akses internet yang lebih cepat akan dapat mendukung perekonomian digital termasuk mendukung sektor pariwisata menjadi lebih semarak," pungkasnya.

BrandZ Top 50 Most Valuable Indonesia Brands sendiri dikerjakan oleh Milward Brown, sebagai agensi riset global dengan riset efektivitas iklan, komunikasi strategis, media dan brand equity.

Sementara BrandZ sendiri merupakan metodologi yang mengombinasikan perhitungan ekuitas sebuah merek berdasarkan wawancara ke lebih dari tiga juta konsumen secara global mengenai ribuan merek.

Sumber : http://www.merdeka.com/teknologi/menkominfo-branding-mulai-beralih-ke-media-digital.html

Investor dinilai masih enggan garap energi terbarukan di Indonesia

Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) menilai investor masih enggan mengembangkan energi terbarukan di Indonesia. Sebab, harga energi ramah lingkungan tersebut di dalam negeri masih mahal.

"Energi baru dan terbarukan di Indonesia masih cukup mahal karena industri belum berkembang. kalau di Jerman dan China solar cell sudah murah, beda dengan disini solar cell masih mahal," kata Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) Abadi Poernomo, Jakarta, Minggu (21/8).



Makanya, dalam bauran energi nasional, penggunaan energi baru terbarukan masih kalah ketimbang batu bara dan bahan bakar minyak. Abadi mendorong pemerintah membenahi regulasi guna mendorong investasi pengembangan energi terbarukan.

"Dengan adanya investor maka industri EBT akan berkembang."
Dalam kesempatan sama, Kementerian ESDM meyakini pengembangan EBT tak akan terganggu. Meskipun, anggaran kementerian vital mengalami pemangkasan signifikan.
"Target pencapaian EBT sebesar 23 persen pada 2025 itu suatu keharusan dan suatu amanah dari Undang-Undang. Dan tujuan pencapaian itu tetap berjalan tidak terganggu dengan pemotongan anggaran," kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana.
Hingga saat ini, katanya, program EBT sudah mencapai 10-11 persen.

Sumber : http://www.merdeka.com/uang/investor-dinilai-masih-enggan-garap-energi-terbarukan-di-indonesia.html

Infrastruktur membaik, pertumbuhan ekonomi melampaui nasional

Pencanangan tahun infrastruktur di dua tahun awal kepemimpinan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo membuahkan hasil signifikan. Ganjar berhasil memperbaiki wajah infrastruktur Jateng.
Pencanangan tahun infrastruktur ditandai dengan melonjaknya anggaran perbaikan jalan dan jembatan. Jika pada APBD 2013, Pemprov Jateng hanya mengalokasikan sekitar Rp 600 miliar, Ganjar menaikkan dua kali lipat pada APBD 2014. Tahun berikutnya, anggaran naik lagi dari Rp 1,2 triliun jadi Rp 2,1 triliun. Kenaikan berlanjut pada APBD 2016 menjadi Rp 2,4 triliun yang dicanangkan sebagai tahun infrastruktur pariwisata.

Dampaknya pun terasa. Dari 2.565,621 kilometer jalan provinsi, yang masuk kategori baik meningkat dari 86,70 persen pada 2013 menjadi 88,27 persen pada 2015. Kategori jalan sedang hanya 13,04 persen dan jalan rusak hanya 0,26 persen atau 6,67 kilometer saja.

Catatan untuk kondisi jalan pada 2016 ini belum diketahui. Namun Ganjar memastikan, di akhir 2016 ini sudah tidak ada jalan provinsi yang berkategori rusak. "Semua jalan provinsi sekarang sudah ada penandanya, masyarakat bisa mengecek sendiri, akhir 2016 ini seluruh jalan provinsi mulus," tegasnya.

Membaiknya infrastruktur ini mengungkit pertumbuhan ekonomi Jateng. Catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jateng pada triwulan II tahun 2016 sebesar 5,75 persen atau meningkat jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun yang sama sebesar 5,06 persen.

Capaian Jateng masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Nasional yang hanya 5,1 persen. Ganjar juga menyalip Soekarwo di Jawa Timur yang pada triwulan II-2016 hanya menghasilkan 5,62 persen. Padahal pada triwulan pertama 2016, Jatim sudah membukukan 5,34 persen.



Menurut Guru Besar Akuntansi Universitas Katolik Soegijapranoto Semarang Profesor Andreas Lako, pertumbuhan ekonomi Jateng tiap tahun di era Ganjar Pranowo selalu meningkat dan melampaui Nasional.

"Pada triwulan keempat 2015 malah lebih tinggi dari rata-rata seluruh provinsi di Pulau Jawa, Jateng 6,1 persen, sedangkan Jawa 5,9 persen," ujarnya.

Dampak kenaikan ekonomi itu terlihat pada kesejahteraan masyarakat. Turunnya angka kemiskinan dan pengangguran, bahkan kesenjangan sosial ekonomi di Jateng juga paling rendah di banding provinsi lain di Jawa.

"Dari capaian target, sebanyak 88,13 persen dari 455 target indikator kinerja pembangunan Pemprov Jateng sudah tercapai," jelasnya.

Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/infrastruktur-membaik-pertumbuhan-ekonomi-melampaui-nasional-catatan-3-tahun-ganjar-pranowo.html

Keluarga korban Mei 98 minta Jokowi selesaikan kasus pelanggaran HAM

Kuasa hukum Paian Siahaan dan Yati Ruyati (orangtua korban kerusuhan Mei '98) Yati Andriyani akan mendesak pemerintah khususnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Menurut dia, kewajiban Jokowi menyelesaikan itu diatur dalam UU No 26 tahun 2000.

"Presiden punya kewajiban mengeluarkan Keppres, Jaksa Agung bertanggungjawab kepada Presiden, Komnas HAM juga bertanggungjawab ke presiden," tutur Yati di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (23/8).

Menurut Yati, siapapun kepala negara yang tengah menjabat berkewajiban untuk menindaklanjuti putusan majelis hakim Mahkamah Konstitusi yang memberikan rekomendasi untuk penuntasan kasus kerusuhan Mei '98.



"Yang namanya presiden dia kepala negara dan dia punya kewajiban untuk menindaklanjuti dan ingat bahwa dalam UU No 26 tahun 2000 disebutkan misalnya untuk pembentukan pengadilan HAM itu dibutuhkan Keppres. Nah presiden harus segera mengakhiri ketidakpastian hukum, sangat positif untuk ditindaklanjuti oleh semua pihak," jelas Yati.

Wakil Koordinator Bidang Advokasi KontraS ini juga menilai Presiden harus mengambil inisiatif cepat untuk mendudukkan para pemegang otoritas yang berkaitan dengan pelanggaran HAM berat agar ketidakpastian hukum para keluarga korban bisa diakhiri. Bila hal ini tak juga dilakukan, kata Yati, maka secara langsung hal itu akan kembali mengendap tak terselesaikan.

"Tergantung pemerintah nya kalau rekomendasi dari majelis hakim didengar, ditindaklanjuti oleh otoritas negara mulai dari DPR, Jaksa Agung, Komnas HAM dan Presiden maka kasus ini bisa diselesaikan," ujar Yati.

"Selama mereka tidak mau menindaklanjuti rekomendasi atau pertimbangan hukum dalam putusan ini, itu juga menunjukkan mereka tidak memiliki keinginan untuk menyelesaikan persoalan ini. Maka sepanjang itu pula ketidakpastian hukum bagi para korban pasti akan terus terjadi. Sepanjang itu juga pemerintah melakukan pelanggaran HAM terhadap korban," terang Yati.

Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/keluarga-korban-mei-98-minta-jokowi-selesaikan-kasus-pelanggaran-ham.html

Arda Turan Eskploitasi Momentumnya Di Barcelona

Hujan kritik akhirnya mampu diredam Arda Turan, seiring performa apiknya untuk Barcelona di periode awal musim ini.
 Mimpi Arda Turan untuk membela Barcelona, jadi kenyataan di bursa musim panas 2015 lalu. Barca memutuskan untuk memboyongnya dari tim rival, Atletico Madrid, seharga €35 juta.

“Mimpi saya jadi kenyataan. Sepanjang hidup saya selalu ingin membela Barcelona dan ini bisa jadi puncak dari kerier saya,” begitu kalimat pertama Turan, dalam perkenalannya sebagai pemain baru Blaugrana.


Hegemoni kedatangan Turan disambut positif oleh mayoritas khalayak sepakbola, terutama para Cules. Kapten timnas Turki itu dipandang sebagai pelapis yang sangat kompetitif untuk trio MSN di lini depan, juga jadi alternatif jitu untuk gantikan peran Andres Iniesta atau Ivan Rakitic di lini tengah. Apalagi sosoknya merupakan request khusus dari sang pelatih, Luis Enrique. Tentu ini bukan pembelian sembarangan.

Namun ketika kita melihatnya dari kacamata yang lebih besar, transfer Turan sejatinya menyimpan cukup banyak sisi negatif. Entah itu secara teknis maupun non-teknis dan hal itu terpapar jelas di musim perdananya bersama Barca.

Turan yang bergabung di usia matang pesepakbola, 28 tahun, datang di saat yang tak tepat. Ya, kala itu sanksi embargo transfer dari FIFA masih mengekang Barca. Semua aktivitas pembelian pemain sejak Januari 2015 pun dianggap tak sah, hingga bebas hukuman setahun berselang.Kendati memiliki opsi untuk dipinjamkan ke klub lain, Turan kukuh memilih bertahan. Keputusan itu memang menunjukkan loyalitas sejati pada klub yang dicintainya sejak kecil, tapi secara profesional tentu berdampak buruk.

Absen bermain selam enam bulan, berpotensi besar mengikis signifikan mental seorang pemain. Lebih-lebih Turan bermain untuk klub sebesar Barca, yang setiap musimnya memiliki tuntutan dan tekanan yang amat besar. Rutinitas berlatih dengan tim, hanya sedikit membantu.

Ketakutan itu pun hadir, ketika Turan akhirnya benar-benar memulai karier di Barca pada Januari 2016. Di usianya yang sudah bertambah jadi 29 tahun, ia gagal menunjukkan kualitas sejati yang pernah diperlihatkan kala membela Atletico.

Selain itu filosofi tiki-taka yang lekat dengan Barca, juga membuat Turan yang biasa bermain pragmatis di Atletco tampak sulit menyatu. Ia kerap terlihat salah dalam penempatan posisi dan buruk mengambil keputusan, ketika bola melekat di kakinya. Sepasang gol dan empat assist, jadi statistik minim dari 1.170 menit waktu bermainnya musim lalu. Tentu saja segalanya semakin sulit  karena trio MSN yang dilapisinya bisa dikatakan tak tersentuh, sehingga momen unjuk kualitas pun jadi sangat terbatas.

Performa buruk Turan selama di Barca, parahnya menular ketika memimpin timnas Turki di Euro 2016 lalu. Ia tampil begitu buruk hingga urung antarkan negaranya lolos dari babak fase grup. “Turan Out!” kecam mayoritas suporter Turki, yang ironisnya juga didukung Culesfanatik terhadap nasib sang pemain di Camp Nou.



Tak heran bila di bursa musim panas ini nama Turan gencar dirumorkan jadi salah satu penggawa yang bakal dijual Barca. Terlebih di masa pramusim, ada Munir El Haddadi yang tampil begitu ciamik menggantikan pos Neymar yang pergi sejenak membela Brasil di Olimpiade 2016.

Namun momentum yang memang sangat dibutuhkan Turan untuk menegaskan statusnya di Barca, akhirnya datang juga tatkala kampanye musim 2016/17 dimulai. Tampil selama 166 menit pada dua leg Piala Super Spanyol 2016 -- akibat situasi Neymar -- ia tampil memesona dengan sumbangsih sepasang gol dan satu assist. Azulgrana pun dibawanya jadi kampiun dengan keunggulan agregat 5-0 atas Sevilla.

Dilihat dari pemainannya, tampak jelas Turan kini sudah sangat memahami filosoif bermain Barca. Mobilitasnya luar biasa, memaksimalkan staminanya menakjubkan. Keputusannya pada sirkulasi bola juga tak lagi gegabah dengan akurasi yang mencapai 85,7 persen per partai.

Peningkatan performa Turan makin tegas ditunjukkan pada jornada perdana La Liga Spanyol 2016/17 hadapi Real Betis. Ia tampak begitu padu bahkan sanggup mengimbangi ritme permainan kelas tinggi yang dipentaskan Lionel Messi dan Luis Suarez di lini depan.

Tampil selama 90 menit, Turan sukses menorehkan satu gol dan satu assist. Ia bahkan jadi pemain yang memiliki akurasi umpan tertinggi selama pertandingan, lewat persentas 94,8 persen.  Barca pun dibawanya menang telak 6-2.

Eksploitasi yang dilakukan Turan terhadap momentumnya di Barca, memberi sinyal bagi pihak klub bahwa mereka akan menyesal jika melepasnya di bursa musim panas ini. Sang Turki menegaskan bahwa Enrique tak salah memandangnya sebagai pelapis terbaik trio MSN.

Sumber : http://www.goal.com/id-ID/news/1357/sepakbola-spanyol/2016/08/22/26753312/arda-turan-eskploitasi-momentumnya-di-barcelona?ICID=HP_TS_5

Tersesat di Masjidil Haram, Pakai Aplikasi Ini

Sebuah aplikasi petunjuk arah di dalam ruangan Masjidil Haram di Mekah bernama AlMaqsad diluncurkan Presidensi Umum untuk urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Aplikasi ini telah diperbarui pada 20 Juni 2016.

Dalam penjelasannya, aplikasi tersebut ditujukan untuk membantu pengunjung dalam menentukan posisi mereka secara akurat di dalam koridor Masjidil Haram dan memandu langkah ke mana pun mereka ingin pergi.



Aplikasi ini tidak membutuhkan koneksi Internet untuk menentukan lokasi pengguna di dalam Masjidil Haram. Hanya, pengguna harus mengaktifkan fitur Bluetooth. Sedangkan di luar Masjidil Haram, pengguna memerlukan aktivasi GPS.

Pada 2011, Masjidil Haram mengalami perluasan dari 356 ribu meter persegi menjadi 400 ribu meter persegi, yang memakan waktu beberapa tahun. Setelah diperluas, masjid ini diperkirakan dapat menampung lebih dari 2,5 juta jemaah. Dengan daya tampung luas dan banyaknya jemaah, terutama pada musim haji, tidak tertutup kemungkinan jemaah kebingungan atau tersesat di dalam masjid.

Kemungkinan tersesat itu juga semakin besar karena di area Masjidil Haram terdapat beberapa lokasi yang menjadi tempat pelaksanaan rukun haji dan umrah, seperti Ka’bah dan tempat melakukan Sai antara Safa dan Marwa. Ka’bah sendiri terletak di pusat Masjidil Haram.

Adapun untuk Sai atau berlari-lari kecil dilakukan di antara dua bukit, Safa dan Marwa. Jemaah melakukan perjalanan bolak-balik tujuh kali di antara dua bukit itu. Safa terletak sekitar 800 meter dari Ka'bah, sedangkan Marwa terletak sekitar 100 meter dari Ka'bah. Jarak antara Safa dan Marwa sekitar 450 m.

Dengan aplikasi ini, diharapkan jemaah dapat terbantu ketika melakukan ibadah mereka.

Sumber : https://tekno.tempo.co/read/news/2016/08/22/072797749/tersesat-di-masjidil-haram-pakai-aplikasi-ini

Sukarno, Komitmen Merdeka dari Penjajahan, dan Ide Nasakom Pemikiran Presiden

Indonesia, Sukarno dibahas di Yogyakarta pada Hari Kemerdekaan Indonesia di Yogyakarta, Rabu malam, 17 Agustus 2016. Ide-ide Sukarno muda dibicarakan bersama pemutaran film berjudul Sukarno di Ende. 

Sejarawan dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Baskara T. Wardaya mengatakan ada lima hal penting pada diri Sukarno muda. Ketika belajar di jurusan Teknik Sipil di Institut Teknologi Bandung, Sukarno banyak membaca buku-buku pemikir penting. 

Di antaranya tokoh dunia nir-kekerasan Mahatma Gandhi, filsuf Karl Marx, dan filsuf Friedrich Engels. "Sukarno membaca dan mencatat pemikiran tokoh-tokoh penting secara serius," kata Baskara dalam diskusi dan bedah buku bertajuk Sukarno Muda yang digelar Social Movement Institute di toko buku Togamas Yogyakarta. 

Selain melahap buku-buku pemikir penting dunia, Sukarno muda juga serius merampungkan studinya dan menjadi sarjana teknik. Dia juga kerap bersinggungan dengan rakyat. Misalnya bertemu nelayan, petani, guru agama Islam, dan pastur di Ende. Sukarno juga gemar berdiskusi dan mengorganisasi orang, misalnya lewat PNI. Hal lain yang kuat pada Sukarno adalah ia punya komitmen yang kuat untuk Bangsa Indonesia ketika belum terbentuk. 

Menurut Baskara, Sukarno adalah pemikir Indonesia yang pikiran-pikirannya berkembang dan konsisten. Sejak usia 25 tahun hingga usia 65 tahun, ide-ide yang Sukarno usung konsisten, yakni ingin memerdekakan dari penjajahan atau kolonialisme. 

Penulis buku tentang Sukarno, Peter Kasenda, mengatakan pikiran Sukarno sudah matang sejak tahun 1930-an sudah matang. Sejak muda, Sukarno banyak menulis buku. Karya klasik Sukarno, kata Peter di ditulis tahun 1926 berjudul Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme. 



Tulisan itu muncul ketika ada pemberontakan Partai Komunis Indonesia tahun 1926. Ada juga karya pidato pembelaan Sukarno dalam Indonesia Menggugat. Karya lainnya berjudul Mencapai Indonesia Merdeka. "Pemikiran Sukarno konsisten," kata Peter.

Pemikiran yang konsisten itu misalnya pada 1926-1930 tentang nasionalisme dan marhaenisme. Sedangkan tahun 1960-an, Sukarno menggagas Nasionalisme, Agama, dan Komunisme.

Sumber : https://nasional.tempo.co/read/news/2016/08/17/078796728/sukarno-komitmen-merdeka-dari-penjajahan-dan-ide-nasakom