Sabtu, 27 Februari 2016

Peranti Wajib yang Harus Dipakai saat Bermotor di Tengah Hujan

Akhir-akhir ini sebagian besar wilayah Indonesia diguyur hujan, bahkan dengan intensitas tinggi. Mengendarai sepeda motor saat hujan tentu perlu perhatian ekstra. Jika tidak, keselamatan bakal terancam.

Mengendarai sepeda motor saat hujan disarankan untuk memastikan hal-hal yang menunjang keselamatan berkendara. Peralatan dan pakaian penunjang pun perlu disiapkan sehingga ketika hujan bisa langsung digunakan.


Dalam siaran pers yang diterima detikOto, Safety Riding Analyst Astra Motor sebagai diler utama sepeda motor Honda, Michael Gerald mengatakan, pengendara sepeda motor sebaiknya memperhatikan peralatan penunjang yang disarankan untuk digunakan saat hujan. Apa saja? Berikut ulasannya.

1. Helm

Helm berstandar SNI merupakan peranti yang wajib digunakan pengendara sepeda motor saat cuaca normal maupun saat hujan. Namun, Michael menyarankan helm yang digunakan saat kondisi hujan adalah helm jenis full face.

Menurutnya, helm full face membuat wajah dan mata tidak terganggu oleh guyuran air sewaktu berkendara. Kalau wajah dan mata terganggu bisa menyebabkan terganggunya penglihatan dan konsentrasi.

2. Jas Hujan

Menggunakan jas hujan sudah pasti dilakukan pengendara sepeda motor saat hujan. Jas hujan diperlukan agar pakaian tidak basah dan bisa menjaga suhu tubuh pengendara.

Michael menyarankan jas hujan yang digunakan berbentuk jaket dan celana, bukan berbentuk jubah atau ponco. Sebab, jas hujan bentuk ponco berisiko tersangkut ke rantai atau roda.
Selain itu, sebaiknya gunakan jas hujan berwarna cerah. Warna yang cerah membantu penglihatan pengendara lain. Dan, jangan sekali-kali menggunakan payung sewaktu berkendara!

3. Sepatu

Sepatu adalah peralatan penunjang yang sering disepelekan. Banyak pengendara yang mengganti sepatunya dengan sandal ketika hujan karena takut sepatunya basah. Padahal hal itu tidak disarankan.

Michael menjelaskan, sebaiknya pengendara tidak menggunakan sandal karena akan berbahaya jika terjatuh atau terkena pantulan kerikil. Gunakanlah sepatu anti air atau minimal menggunakan cover sepatu.

Jika terpaksa menggunakan sepatu biasa, jangan menapakkan kaki Anda di atas mesin (center backbone motor), khususnya jika Anda menggunakan motor bebek. Sebab, titik keseimbangan motor dan pengendara dapat berubah yang bisa memengaruhi pengendalian sepeda motor.

4. Sarung Tangan

Sarung tangan juga wajib digunakan saat hujan. Peran penting sarung tangan adalah agar cengkraman tangan ke setang motor tetap maksimal. Agar lebih aman, pengendara disarankan menggunakan sarung tangan anti air.

Sumber : detik.com

'Pilih Donald Trump, bukti rakyat AS semakin idiot'

 "Saya suka orang yang tidak terpelajar"—Donald Trump
Pengusaha properti Amerika Serikat Donald Trump Selasa malam lalu kembali memenangkan kaukus Nevada pemilihan bakal calon presiden AS dengan angka cukup jauh dari pesaingnya. Jika kecenderungan ini terus berlanjut maka Trump boleh jadi akan memenangkan perebutan kursi calon presiden dari Partai Republik dan akan menantang calon dari Partai Demokrat untuk maju sebagai presiden Negeri Paman Sam.


Sebagian rakyat Amerika melihat situasi ini sebagai bumerang. Kepopuleran Trump yang terus menanjak belakangan ini dianggap sebagai bukti bahwa rakyat sudah sedemikian bodoh karena memilih orang seperti dia.

Rupanya tak salah jika band musik punk terkenal dari AS Greenday pernah meluncurkan album bertajuk American Idiot pada 2004 silam.

Sean Illing, mantan tentara Amerika sekaligus pengajar filsafat dan politik di Universitas Lousiana, juga melihat kecenderungan menyedihkan ini.

Dalam kolomnya di situs Salon.com, Illing menyesalkan kepopuleran Trump yang bisa  membuat dia terpilih sebagai capres Amerika dari Partai Republik.

"Saya benci untuk mengatakannya, tapi kesimpulannya cukup jelas: Kita negara bodoh, banyak ribut, buta huruf, dan gampang termakan omongan," kata dia. 

"Trump melaju dalam nominasi ini tanpa menawarkan program atau rencana. Dengan segala retorika kasar soal orang Meksiko, pecundang, muslim, bodoh, China, Amerika, hebat, lagi, dia memperdaya jutaan rakyat Amerika."

Menurut Illing, kondisi ini membuktikan mayoritas rakyat Amerika tidak tertarik dengan segala hal terkait pemerintahan. Mereka tidak mengerti dan tidak mau mengerti. 

Trump, kata dia, punya jurus sederhana: berpura-pura bodoh dan marah karena dua hal itulah yang orang suka. 

"Dia menjadi cermin bagi negara kita. Dia menunjukkan betapa butanya kita. Di Nevada, misalnya, 70 persen pemilih Trump adalah mereka yang lebih menyukai kandidat anti-kemapanan dibanding yang punya pengalaman politik. Itu artinya mereka tidak peduli apakah dia paham soal bagaimana pemerintah bekerja atau dia punya kemampuan melakukannya. Itu adalah bentuk protes, hasil dari kemarahan, bukan pertimbangan."

Noam Chomsky, aktivis politik kondang Amerika, punya pandangan lain soal Trump. Dalam wawancara dengan situs berita liberal Alternet dua hari lalu, Chomsky mengatakan kepopuleran Trump adalah akibat ketakutan di tengah masyarakat.


"Ketakutan, seiring dengan rusaknya masyarakat di masa neoliberal ini," kata dia. "Rakyat merasa dikucilkan, tak berdaya, korban kekuasaan yang tidak mereka mengerti."

Chomsky, yang sudah menyatakan akan memilih Hillary Clinton dari Partai Demokrat, melihat ada kesamaan kondisi saat ini dengan masa Depresi 1930-an yang berujung pada Perang Dunia Kedua.

"Menarik membandingkan situasi ini dengan periode 1930-an. Di masa itu kemiskinan dan penderitaan jauh lebih buruk. Namun di tengah rakyat miskin yang bekerja dan pengangguran, masih ada harapan yang tidak muncul dalam situasi saat ini," kata dia, seperti dilansir the Hill.com, Rabu (24/2).
Sumber : merdeka.com

17 Anak Muda Indonesia Masuk Daftar "Forbes"

Majalah Forbes melansir daftar “30 Under 30 Asia" dalam laman situsnya. Daftar tersebut berisikan nama-nama anak muda berusia bawah 30 tahun di wilayah Asia yang dianggap sebagai pemimpin menjanjikan, entrepreneur andal, dan game changer.

Total, Forbes membagi daftar tersebut menjadi 10 kategori. Tiap-tiap kategori terdapat 30 nama. Itu artinya, ada 300 nama yang mengisi daftar tersebut.

Kategori-kategori itu di antaranya adalah Consumer Tech, Healthcare & Science, dan Entreprise Tech. Sebagian besar dari nama tersebut, uniknya, berasal dari industri teknologi.

Menariknya, terdapat beberapa nama asal Indonesia dalam daftar yang dilansir oleh Forbes itu. 

Empat anak muda Indonesia terpilih yang berkecimpung di dunia teknologi, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Forbes, Kamis (25/2/2016), adalah Kevin Aluwi, pendiri sekaligus Chief Financial Officer dari 
Go-Jek; Benny Fajarai, Co-founder Qlapa; Arief Widhiyasa, Co-founder Agate Studio, dan Ferry Unardi, Cofounder & CEOTraveloka.

Tiga nama pertama masuk ke kategori "Consumer Tech" dan Ferry Unardi dari Traveloka masuk dalam kategori "Retail & Ecommerce"
.Nama-nama tersebut juga disejajarkan dengan pendiri produsen smartphone terkenal asal China, yakni Carl Pei dari OnePlus.

Selain itu, ada juga beberapa nama tokoh muda Indonesia yang masuk ke kategori kesehatan, seperti Leonika Sari Njoto Boedioetomo, CEO Reblood dan Mesty Ariotedjo, Cofounder WeCare.id.

Berikut nama-nama tokoh muda asal Indonesia yang masuk ke daftar "30 Under 30 Asia" buatan Forbes tersebut.

Entertainment & Sports

Joey Alexander Sila, 12 - Musisi

Arts

Peggy Hartanto, 27 - Desainer
Helga Angelina Tjahjadi, 25 - Cofounder Burgreens

Retail & Ecommerce

Carline Darjanto, 28 - Entrepreneur
Merrie Elizabeth, 28 - CEO & Creative Director BloBar Salon
Yasa Paramita Singgih, 20 - Founder & President, Men's Republic
Ferry Unardi, 28 - Cofounder & CEO Traveloka

Finance & Venture Capital

Moses Lo, 27 - Founder & CEO Xendit
Abraham Viktor, 23 - Cofounder & CEO Taralite

Entreprise Tech

Abraham Ranardo, 25 - Cofounder Mailbird

Consumer Tech

Kevin Aluwi, 29 - Cofounder & Chief Financial Officer Gojek
Benny Fajarai, 25 - Cofounder Qlapa dan Kreavi
Arief Widhiyasa, 28 - Cofounder Agate Studio

Social Entrepreneurs

Heni Sri Sundani Jaladara, 28 - Founder, Smart Farmer Kids In Action & AgroEdu Jampang Community
Muhammad Alfatih Timur, 24 - Cofounder & CEO KitaBisa

Healthcare & Science

Mesty Ariotedjo, 26 - Cofounder, WeCare.id
Leonika Sari Njoto Boedioetomo, 22 - Founder & CEO Reblood


Sumber : kompas.com

FIFA Bahas Nasib Indonesia pada Mei 2016

Induk sepak bola tertinggi dunia, FIFA, melaksanakan kongres luar biasa usai penonaktifan ketua mereka, Sepp Blatter, akhir tahun lalu, Jumat (26/2). Dalam kongres tersebut, sempat diisukan akan diangkat pula pembahasan mengenai nasib sepak bola Indonesia dan Kuwait. 

Pembahasan ini disebut-sebut akan disinggung karena status pembekuan sepak bola Indonesia dan Kuwait oleh FIFA dalam setahun terakhir ini terus terkatung kejelasannya. Hal ini terjadi karena FIFA sendiri sedang terguncang isu korupsi yang membuat mereka harus terlebih dulu fokus pada urusan rumah tangga sendiri. 

Pada agenda yang ditulis FIFA dalam laman resminya, nasib Indonesia dan Kuwait baru akan dibicarakan pada kongres tahunan di Meskiko, 12-13 Mei mendatang. Jadwal agenda ini merupakan rekomendasi langsung dari Komite Eksekutif (KE) FIFA. Di dalam KE tersebut, induk sepak bola Asia, AFC, sebagai badan yang menaungi Indonesia dan Kuwait, juga ambil bagian.

''Kongres Luar Biasa FIFA memutuskan pada Jumat (26/2), kasus pembekuan Indonesia dan Kuwait baru akan dibahas pada pertengahan tahun ini di Meksiko,'' demikian bunyi pernyataan resmi FIFA, Jumat (26/2).

Dengan putusan tersebut, Indonesia dan Kuwait dipastikan tidak bisa ikut andil memberikan suara dalam pemilihan ketua baru FIFA. Meski demikian, putusan tentang agenda pembahasan pembekuan Indonesia dan Kuwait masih bisa berubah. 

Disebutkan, hasil Kongres Luar Biasa hari ini akan diumumkan sehari kemudian atau Sabtu (27/2). Di dalamnya, selain pengumuman resmi mengenai Ketua FIFA yang baru, nasib sepak bola Indonesai dan Kuwait juga akan dikeluarkan sementara.

Akan tetapi, melihat agenda utama Kongres Luar Biasa ialah pemilihan pemimpin yang baru, maka hampir dipastikan pembahasan Indonesia dan Kuwait baru akan dibahas pada kongres selanjutnya. ''Hal ini memperhatikan kemungkinan adanya pergantian kepengurusan dan program dalam tubuh FIFA seiring pemilihan presiden baru,'' lanjut pernyataan tersebut.

Sebelumnya, Indonesia melalui induk pengurus sepak bolanya, PSSI, dibekukan oleh Komite Eksekutif FIFA pada 30 Mei 2015. Alasannya, FIFA menilai dunia sepak bola Indonesia sudah tercemar intervensi pemerintah.

Nasib serupa juga dialami oleh asosiasi sepak bola Kuwait, KFA, lima bulan berselang. Tepatnya pada 16 Oktober 2015, untuk alasan serupa dengan PSSI, FIFA membekukan sepak bola di negara tersebut.

Sumber : republika.co.id