Minggu, 29 Maret 2015

Pembagian Grup Divisi Utama 2015

Sebanyak 59 tim dalam tahap finalisasi mengikuti kompetisi Divisi Utama 2015. Dari ke-59 tim tersebut akan dibagi 6 grup, berdasarkan zona dan wilayahnya. Format kompetisi masih mengikuti format tahun lalu yakni dari babak penyisihan grup, lalu dua tim tiap grup lolos ke babak 12 besar. Dan selanjutnya menuju babak semifinal dan final.

Pembagian Grup Divisi Utama 2015
Grup 1: Persiraja Banda Aceh, PSBL Langsa, PSMS Medan, Pro Duta FC, PS Bintang Jaya, PSPS Pekanbaru, Persih Tembilahan, PS Bengkulu, PS Bangka
Grup 2: Cilegon United FC, Perserang Serang, Persita Tangerang, Villa 2000, Persikabo Bogor, Persika Karawang, Persikad Purwakarta, Persires Rengat, PSGC Ciamis, PSCS Cilacap
Grup 3: Persibangga Purbalingga, Persibas Banyumas, Persibat Batang, Persip Pekalongan, PSIS Semarang, Persijap Jepara, Persipur Purwodadi, PSIR Rembang, Persis Solo, PPSM Sakti Magelang
Grup 4: Persiba Bantul, PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, Persinga Ngawi, Persatu Tuban, Madiun Putra FC, Persik Kediri, PSBI Blitar, PS Mojokerto Putra, Persepam MU
Grup 5: PSBK Blitar, Laga FC, Persida Sidoarjo, Perssu MU, Persekam Metro FC, Persekap Kota Pasuruan, Persebo Bondowoso, Persewangi Banyuwangi, PS Badung, PS Sumbawa Barat
Grup 6: Persipon Pontianak, Kalteng Putra FC, Martapura FC, Persbul Buol, Persigo Gorontalo, Yahukimo FC, Persigubin Gunung Bintang, Persiwa Wamena, PSBS Biak, Persifa Fakfak

Ini 10 Negara dengan Akses Paling Kencang

Penyedia layanan teknologi berbasis cloud, Akamai Technologies, mengumumkan hasil riset bertajuk State of the Internet mengenai kecepatan Internet pada kuartal IV 2014. Laporan tersebut menunjukkan terjadi kenaikan kecepatan rata-rata akses Internet tahunan sebesar 20 persen atau menjadi 4,5 megabita per detik (mbps).

Akamai menyebutkan, kecepatan rata-rata tersebut memenuhi standar minimum akses broadband, yaitu 4 Mbps. “Kecepatan rata-rata ini merupakan pencapaian yang ketiga kalinya secara berturut-turut,” ujar Akamai sebagaimana ditulis situs ZDNET, Kamis, 26 Maret 2015.




Lantas, siapa saja negara-negara yang berhasil menduduki peringkat teratas akses Internet? Peringkat pertama masih ditempati oleh Korea Selatan dengan kecepatan rata-rata 22,2 Mbps. Angka tersebut turun 12 persen dibandingkan kuartal III 2014, namun naik 1,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peringkat kedua adalah Hong Kong dengan rata-rata kecepatan akses 16,8 persen atau naik 3,4 persen dibandingkan kuartal ketiga. Sedangkan dibandingkan tahun sebelumnya terdapat kenaikan 37 persen. 

Sedangkan Jepang berada di urutan ketiga dengan rata-rata kecepatan 15,2 persen. Ini naik 1 persen dibandingkan kuartal ketiga, dan naik 16 persen dibandingkan tahun 2013.

“Secara global, tidak ada pergantian negara yang menempati tiga besar,” kata Akamai. Ketiga negara tersebut dapat dikatakan memiliki pengembangan infrsatruktur dan jaringan yang sangat maju.

Di peringkat keempat adalah Swedia dengan kecepatan rata-rata 14,6 Mbps. Disusul Swiss yakni 14,5 Mbps. Selanjutnya adalah Belanda 14,2 Mbps, Latvia (13 Mbps), Irlandia (12,7 Mbps), Republik Ceko (12,3 Mbps), dan Finlandia (12,1 persen).

Adapun Indonesia harus puas di posisi ke-122. Kecepatan rata-rata akses Internet di Tanah Air hanya 1,9 Mbps atau merosot sebesar 50 persen. Sedangkan secara tahunan naik 16 persen.

Harga BBM Naik, Begini Dampaknya terhadap Inflasi

PT Pertamina (Persero) menaikkan harga bahan bakar minyak jenis solar dan Premium mulai Sabtu, 28 Maret 2015. Harga solar dan Premium naik Rp 500 per liter, sedangkan harga minyak tanah tetap Rp 2.500 per liter.



Ekonom Universitas Gadjah Mada, Tony Prasetyantono, mengatakan kenaikan harga Premium dan solar kali ini masih dalam tahap wajar. Sebab, kenaikan harga BBM merupakan konsekuensi dari melemahnya nilai tukar rupiah serta naiknya harga minyak dunia. "Belum sampai mengganggu inflasi serta daya beli," kata beliau.

Menurut Tony, krisis politik di Yaman membuat harga minyak dunia cenderung naik, tapi masih dalam batas normal. Sebabnya, jumlah pasokan masih lebih banyak daripada permintaan. Dia memperkirakan harga minyak paling tinggi akan berada di level US$ 60 per barel. Namun, dalam kondisi geopolitik yang belum menentu, harga minyak dunia bisa saja kembali turun. 

Tony mengatakan kenaikan harga BBM baru akan mengusik daya beli masyarakat jika mencapai Rp 2.500 per liter. Angka tersebut bisa mendorong inflasi lebih dari 2 persen. Namun, dengan kenaikan harga Rp 500 per liter, Tony memperkirakan inflasi pada Maret hanya 0,3 persen dan April berada di level 0,5 persen.

Melalui keterangan tertulis, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, I Gusti Wiratmaja, mengatakan, pada 28 Maret 2015 pukul 00.00 WIB, harga Premium RON 88 naik dari Rp 6.800 menjadi Rp 7.300 per liter. Sedangkan solar naik dari Rp 6.400 menjadi Rp 6.900 per liter. "Pemerintah tetap memperhatikan kestabilan sosial ekonomi, pengelolaan harga, dan logistik."

Timnas Indonesia U-23 Kalahkan Brunei 2-0

Tim nasional Indonesia U-23 kembali memetik tiga poin dalam laga kedua babak kualifikasi Grup H Piala Asia (AFC) U-23 setelah mengalahkan timnas U-23 Brunei Darussalam 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu, 29 Maret 2015. Dengan kemenangan ini, total sementara Indonesia meraih enam poin.



Gol pertama Indonesia diciptakan melalui tendangan Ahmad Nufiandani pada menit ke-70. Terjadinya gol ini berawal dari tendangan sudut yang dilakukan Paulo Oktavianus Sitanggang yang diarahkan ke depan gawang sehingga terjadi kemelut. Kondisi itu dimanfaatkan dengan baik oleh Nufiandani untuk menyarangkan gol ke gawang yang dijaga Ahsanuddin.

Tambahan gol bagi Indonesia disumbang penyerang Muchlis Hadi Ning Syaifulloh pada menit ke-87. Dia dengan gesit berhasil menyelesaikan umpan silang yang berasal dari tendangan pojok gelandang Antoni Putro Nugroho.

Pelatih Aji Santoso mengubah strategi permainan pada babak kedua dengan menarik gelandang Hendra Adi Bayauw ke luar lapangan dan digantikan Muchlis. Berikutnya, dia mengganti penyerang Ilham Udin Armaiyn dengan gelandang Wawan Pebriyanto. Perubahan itu terbukti ampuh. Hanya berselang 15 menit setelah Muchlis masuk, gol pun tercipta.

Tim Brunei sebenarnya memiliki peluang untuk menciptakan gol lebih dulu. Pada menit ke-4, mereka mendapatkan hadiah tendangan penalti setelah pemain belakang Hansamu Yama Pranata menjatuhkan striker Brunei, M.D. Nur Syazwan Bin Halidi. Beruntung, tendangan penalti Mohammad Aimmil Rahman Bin Ramlee berhasil ditepis M. Natsir, sehingga kedudukan tetap 0-0.

Pada pertandingan kedua ini, pendukung Indonesia di Stadion Bung Karno mencapai dua kali lipat dibanding laga sebelumnya, sekitar 6.400 orang. Sebagian besar mereka mengenakan kaus timnas warna merah dan meniupkan terompet sebagai bentuk dukungan kepada Paulo dan rekan-rekannya.